LAMPUNG ONLINE – Kesadaran bela negara menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang. Selain ancaman militer, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai ancaman nonmiliter, mulai dari penyebaran berita bohong atau hoaks, disinformasi di media sosial, hingga provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Hal tersebut menjadi salah satu isu penting dalam kegiatan Sosialisasi Sadar Bela Negara 2026 yang dilaksanakan oleh Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pangeran M. Bunyamin. Kegiatan ini mengangkat pentingnya pemahaman masyarakat mengenai bela negara serta peran setiap warga negara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap bangsa dan negara.
Bela Negara Bukan Hanya Menghadapi Ancaman Militer
Bela negara kerap dipahami sebatas upaya pertahanan ketika terjadi perang atau serangan militer. Padahal, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bela negara juga mencakup sikap, kesadaran, dan tindakan warga negara dalam menjaga persatuan, menaati hukum, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Ancaman militer dapat berupa agresi, pelanggaran wilayah, maupun tindakan bersenjata yang membahayakan kedaulatan negara. Sementara itu, ancaman nonmiliter dapat muncul melalui berbagai bidang, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan informasi.
Perkembangan teknologi digital membuat ancaman nonmiliter semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Informasi yang tersebar melalui media sosial, misalnya, dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa, membentuk opini publik, bahkan memicu konflik apabila tidak disikapi secara kritis.
Hoaks dan Disinformasi Menjadi Tantangan di Era Digital
Penyebaran hoaks menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya membangun kesadaran bela negara. Informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan, merusak kepercayaan masyarakat, dan memperuncing perbedaan di tengah kehidupan sosial.
Di sisi lain, disinformasi yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi opini publik maupun melemahkan persatuan. Konten provokatif, manipulasi gambar dan video, serta narasi yang mengeksploitasi perbedaan merupakan contoh informasi yang perlu diperiksa secara cermat sebelum dipercaya atau disebarluaskan.
Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sumber tepercaya, membaca informasi secara utuh, dan tidak terburu-buru membagikan konten yang belum terverifikasi.
Penggunaan media sosial secara bertanggung jawab juga merupakan bagian dari kontribusi warga negara dalam menjaga ruang digital yang sehat. Sikap kritis terhadap informasi bukan berarti menolak perbedaan pendapat, melainkan memastikan bahwa pendapat dan tindakan didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Persatuan
Kesadaran bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga toleransi, menghormati perbedaan, menaati peraturan, meningkatkan literasi digital, serta tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian dan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, pemahaman mengenai ancaman militer maupun nonmiliter perlu terus diperkuat agar warga negara mampu mengenali tantangan yang dihadapi bangsa. Kemampuan memilah informasi, menjaga etika berkomunikasi, dan menyelesaikan perbedaan secara damai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan sosial.
Melalui Sosialisasi Sadar Bela Negara 2026, Lanud Pangeran M. Bunyamin diharapkan dapat turut memperkuat pemahaman mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Upaya bela negara tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi ancaman bersenjata, tetapi juga dengan kemampuan masyarakat merespons tantangan nonmiliter secara bijak dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, bela negara merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran untuk menjaga persatuan, bersikap kritis terhadap informasi, serta berkontribusi positif bagi lingkungan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan bangsa di tengah perkembangan zaman.
