LAMPUNG.ONLINE — Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Serentak 2026 di Kabupaten Pringsewu dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026. Menjelang pemungutan suara, kepolisian memperketat pengamanan serta mengingatkan calon, tim pemenangan, dan masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan laporan ANTARA News Lampung pada Minggu (25/10/2026), Polres Pringsewu meningkatkan patroli dan pengawasan ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, politik uang, serta intimidasi selama masa tenang.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengimbau seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan terjadinya perselisihan di tengah masyarakat.
Perbedaan pilihan dalam Pilkakon hendaknya tidak memecah kerukunan warga. Seluruh calon, tim pemenangan, dan pendukung diharapkan menjaga ketertiban serta menghormati masa tenang menjelang pemungutan suara.
Ia juga meminta para calon kepala pekon, tim pemenangan, dan pendukung menghentikan aktivitas kampanye selama masa tenang.
156 Personel Dikerahkan di 59 Pekon
Pengamanan menjelang pemungutan suara telah dilakukan sejak tahapan kampanye. Dalam laporan Tribrata Polda Lampung pada 24 Oktober 2026, sebanyak 156 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan kegiatan kampanye di 59 pekon yang menyelenggarakan Pilkakon di Kabupaten Pringsewu.
Pengamanan tersebut melibatkan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan panitia pekon. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk gesekan antarpendukung calon.
Warga Diimbau Waspada Informasi Provokatif
Selain pengamanan secara langsung, penyebaran informasi di media sosial juga menjadi perhatian kepolisian.
Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan pesan berantai, unggahan, atau kabar yang belum jelas kebenarannya, terutama jika berpotensi memicu konflik antarpendukung.
Apabila menemukan dugaan pelanggaran, warga diimbau melaporkannya melalui mekanisme yang berlaku kepada aparat penegak hukum atau panitia pengawas. Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memperkeruh keadaan.
Menjaga Kerukunan Menjelang Pemungutan Suara
Pilkakon merupakan bagian penting dari demokrasi di tingkat pekon. Karena itu, keamanan selama proses pemilihan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Perbedaan pilihan politik seharusnya tidak merusak hubungan keluarga, persahabatan, maupun kehidupan bertetangga. Setelah pemungutan suara selesai, masyarakat tetap akan menjalani kehidupan bersama di lingkungan yang sama.
Pilihan boleh berbeda, tetapi kerukunan warga harus tetap terjaga. Demokrasi di tingkat pekon semestinya menjadi ruang untuk menentukan pemimpin, bukan alasan untuk memutus hubungan antartetangga.
Warga diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pemilihan dengan tertib, menghormati pilihan masing-masing, dan menunggu hasil resmi dari penyelenggara.
Dengan pengamanan yang diperkuat dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban, pelaksanaan Pilkakon Serentak 2026 di Pringsewu diharapkan berlangsung aman, lancar, dan sesuai ketentuan.
